TERMAL KEDUA 2019

STRIJ Pusat - Kemayoran


1. Studi PL 2: Sejarah A - Kitab Yosua-Samuel (2 kredit)

      oleh Vik. Diana Ruth, M.Div.
      5x Senin Malam (23, 30 Sep, 7, 14, 21 Okt 2019), pk. 18.30-21.30 WIB

       Yosua dipanggil menggantikan Musa untuk memastikan Israel memasuki tanah perjanjian dan hidup setia kepada Allah. Namun setelah Yosua mati Israel memasuki masa chaotic karena pemimpin yang korup di zaman hakim-hakim.
       Sementara itu, kitab Rut mengisahkan seorang perempuan asing yang karena pertobatannya justru menjadi pengharapan di tengah zaman chaotic itu, dilanjutkan dengan kitab Samuel yang menceritakan kegagalan raja yang diidam-idamkan oleh bangsa Israel.
       Bagaimanakah seharusnya kita membaca kitab-kitab Sejarah Perjanjian Lama yang sarat dengan cerita-cerita yang disturbing? Bagaimana misalnya, melihat Kristus di dalam cerita gundik yang dimutilasi? Bagaimana mengaitkan sejarah Israel yang mendepresikan itu dengan sejarah penebusan Allah? Bagaimana kita merefleksikan semua itu dengan panggilan kita menjadi murid Kristus?
       Kisah-kisah yang memperlihatkan kesia-siaan manusia ini justru membuka pintu agar kita berharap datangnya pemerintahan yang benar, bersih, damai dan kekal yaitu datangnya pemerintahan Allah di atas bumi ini. Saudara diundang untuk bersama-sama menggumulkan dan merefleksikan diri melalui kisah Yosua, Hakim-hakim, Ruth, dan Samuel agar kita boleh menjadi umat yang semakin teguh mengharapkan datangnya kerajaan Kristus dalam dunia ini.


2. Hermeneutik (2 kredit)

      oleh Pdt. Jadi S. Lima, M.Th.
      3x Sabtu Siang (28 Sep, 5, 26 Okt 2019), pk. 12.00-17.00 WIB

       Alkitab adalah urat nadi yang mengalirkan darah kehidupan bagi seluruh tubuh umat Tuhan dari zaman ke zaman. TUHAN pernah tinggal di bumi ini, berkemah, lalu kemudian memiliki 'kode pos' yang permanen di Yerusalem. Aliran sejarah kerajaan TUHAN ini mengalir terus tanpa henti, juga di dalam kekelaman malam ketika Habakkuk dan Eliezer Wiesel berteriak: "Berapa lama lagi, TUHAN?"
       Beberapa babak penjajahan berikutnya tiba-tiba sekelompok orang menjadi antusias dan percaya bahwa malam-malam pengasingan dan hukuman itu mulai berakhir. Mereka ini percaya bahwa masa pemerintahan raja-raja lalim dari dunia ini sesungguhnya telah berlalu dan kini kerajaan TUHAN itu telah datang - walaupun ia datang dalam bentuk yang tidak pernah dibayangkan siapapun. Yesus Nazaret, seorang yang dianggap Rabbi, nabi, atau ahli kitab, mereka percaya adalah Mesias - bahkan TUHAN itu sendiri yang datang kembali ke Sion untuk melawat umat-Nya!
       Apakah yang sesungguhnya terjadi? Bagaimanakah kisah-kisah dan silsilah-silsilah yang terdengar membosankan itu relevan bagi kita di zaman AI ini? Bagaimanakah seharusnya kita membaca dokumen kuno yang kontroversial ini? Apakah yang harus kita lakukan mengenai kisah-kisah tentang ular yang dapat berbicara, genosida bangsa Kanaan yang dianggap 'kafir' atas perintah Tuhan, aturan-aturan soal makanan yang haram, menstruasi, penyakit kulit, korban, dan hal-hal lain yang menurut kita menarik tetapi agak kurang relevan itu sebenarnya? Bagaimanakah pada akhirnya ini semua membawa kita kepada cara-cara membaca Alkitab yang dapat membuat kita lebih menghargai datangnya pemerintahan Tuhan di dalam peristiwa Yesus Kristus sebagai sesuatu yang revolusioner? Jika Alkitab itu lebih daripada sekedar dokumentasi sejarah, kumpulan anekdot dan puisi a'la 'chicken soup for the soul', kiat-kiat hidup sukses, dan ceramah moral nenek-nenek - bagaimanakah kita dapat menghayatinya sebagai undangan untuk berbagian di dalam babak sejarah yang baru dari Tuhan, umat Tuhan, dan segenap ciptaan?


3. Studi PL 8: Nabi Kecil A - Kitab Yoel-Mikha
    "Allah Tritunggal dalam Nabi-Nabi Kecil"
(2 kredit)

      oleh Vik. Grace M. Toumeluk, M.Th.
      Senin-Kamis Pagi (7-10 Okt 2019), pk. 08.00-12.00 WIB

       Seperti nabi pada umumnya, nabi-nabi kecil diutus untuk menegur dosa, menyatakan penghakiman Allah, menyerukan panggilan pertobatan, serta memberikan pengharapan bagi umat Allah. Namun nabi-nabi kecil justru diutus bukan hanya untuk Israel tetapi juga bagi bangsa lain.
       Apa yang menjadi keunikan dalam pemberitaan mereka? Bagaimana dalam keunikan tersebut mereka memberitakan tentang Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh Kudus, dan karunia-karunia yang dianugerahkan Allah baik bagi Israel maupun non-Israel?
       Dalam kelas ini saudara diundang untuk menelusuri sebagian dari kitab Nabi Kecil, bagian firman Tuhan yang seringkali kita mengalami kesulitan dalam merenungkan pesannya, sembari melihat kelimpahan teologi yang ada di dalam pesan-pesan para nabi itu, khususnya berkenaan dengan Allah Tritunggal.


Akan sangat membantu persiapan panitia jikalau calon peserta kelas mendaftar terlebih dahulu melalu SMS/Telepon di 0811-890-3773
Biaya per Kelas: Rp 200.000 (2 sks, 12-16 jam tatap muka).
Biaya Pendaftaran Mahasiswa Baru: Rp 200.000.



STRIJ Cabang


1. Kebon Jeruk: Allah Tritunggal dan Pluralisme Agama (2 kredit)

      oleh Pdt. Calvin Bangun, M.Th
      Jumat Malam (4, 11, 18, 25 Okt 2019), pk. 18.30-22.00 WIB

2. Pantai Indah Kapuk (PIK): Doktrin Keselamatan (2 kredit)

      oleh Pdt. Christiady Cohen, S.Th., M.Phil.
      8x Senin Malam (7 Okt-25 Nov 2019), pk. 19.00-21.00 WIB